PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengambil langkah tegas untuk melindungi peternak ayam lokal dengan menghentikan sementara pasokan ayam dari luar daerah saat peternak lokal memasuki masa panen. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan peternak mendapatkan harga jual yang menguntungkan dan tidak mengalami tekanan dari masuknya produk ayam dari luar yang bisa menurunkan harga di pasar.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalteng, Sri Widanarni, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas penurunan Nilai Tukar Petani atau NTP subsektor peternakan pada April 2025 yang mencapai 1,46 persen.

"Kami melihat bahwa salah satu faktor yang menyebabkan tekanan bagi peternak lokal adalah masuknya pasokan ayam dari luar daerah saat mereka panen. Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil tindakan untuk menstabilkan harga," ujar Sri pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Sri menegaskan bahwa dengan adanya pembatasan pasokan dari luar daerah, peternak ayam lokal akan memiliki peluang lebih besar untuk menjual hasil produksi mereka dengan harga yang lebih kompetitif.

"Kami ingin peternak lokal mendapatkan keuntungan maksimal dari panennya. Jika pasokan dari luar terus masuk tanpa pengaturan, harga ayam lokal cenderung jatuh dan merugikan peternak kecil serta menengah," jelasnya.

--page

Selain itu, Pemprov Kalteng juga akan berkoordinasi dengan distributor dan pasar untuk memastikan distribusi ayam lokal berjalan lancar tanpa gangguan harga yang tidak stabil.

"Kami akan memastikan jalur distribusi tetap terjaga sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan konsumen, namun tetap memberi keuntungan bagi peternak," kata Sri.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mendorong peternak untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha mereka. Program pelatihan manajemen usaha serta bantuan subsidi pakan menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng untuk memperkuat daya saing peternak lokal.

"Kami ingin peternak kita semakin mandiri dan memiliki daya saing yang kuat di pasar regional," tutur Sri Widanarni.

Dengan kebijakan ini, diharapkan peternak ayam di Kalimantan Tengah dapat memperoleh kesejahteraan yang lebih baik, serta industri peternakan lokal semakin berkembang dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. (TESTI PRISCILLA/Y)