BORNEONEWS, Pulang Pisau - Budaya di Kalimantan Tengah, khususnya budaya suku Dayak Kaya akan tradisi dan kearifan lokal.
Beberapa contoh budaya yang ada seperti tiwah, seni tari, seni karungut, seni mandau, seni manyipet, seni rajah dan masih banyak lagi keanekaragamannya.
Salah satunya di Kabupaten Pulang Pisau terdapat seorang tokoh adat dan pelestari budaya dayak, Duyu Masyulian sampai dengan saat ini masih menjaga kelestarian adat dayak.
Dirinya mengaku sampai dengan saat ini masih menjaga barang peninggalan nenek moyang seperti mandau, tombak dan garantung. Bahkan, dirinya masih menjaga seni berburu seperti manyipet atau menyumpit.
"Kita sebagai masyarakat dayak, harus dan wajib menjaga barang peninggalan leluhur dan tradisi adat dayak. Apabila hal itu tidak dilakukan, dipastikan barang itu akan hilang karena ditangan orang yang tidak bertanggung jawab barang peninggalan itu akan dijual," ucapnya, Minggu, 4 Mei 2025.
Tidak hanya itu, saat ini dirinya masih menjaga tradisi berburu adat dayak dengan manyipet atau menyumpit. Hal itu dinilai penting, karena untuk melestarikan budaya suku dayak dan kearifan lokal di Kalimantan Tengah terkhusus di Kabupaten Pulang Pisau.
Ia menambahkan manyipet adalah tradisi asli dari Kabupaten Pulang Pisau tepatnya di Kecamatan Banama Tingang.
Yang pada zaman dulu, sipet digunakan oleh Darung Bawan. Maka dari itu, tradisi manyipet memiliki nilai sejarah, sosial dan budaya serta menjadi bagian jati diri masyarakat dayak. (M PRADILA KANDI/R)









