SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah terus memperkuat peran ibu dan anak dalam dakwah Alquran, khususnya di era digital yang penuh tantangan saat ini.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ODOJ Kalteng Sri Rejeki Syachwani menegaskan, ibu memiliki peranan penting sebagai teladan pertama bagi anak-anaknya sejak dalam kandungan.

“Setiap hal yang dilakukan seorang ibu akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Karena itu ODOJ merasa punya kepentingan untuk selalu menggandeng ibu dan anak dalam setiap kegiatan dakwah,” ujar Sri Rejeki saat Musprov III ODOJ Kalteng, Minggu, 4 Mei 2025.

ODOJ Kalteng berkomitmen melanjutkan program pembinaan hingga ke pelosok, dengan keyakinan bahwa Alquran adalah solusi bagi berbagai persoalan kehidupan.

ODOJ juga ingin memperluas kerja sama dengan seluruh stakeholder agar program One Day One Juz bisa menjadi kegiatan rutin, misalnya dalam program religi di sekolah-sekolah.

“Kami berharap pemerintah daerah turut mendukung dengan mengaktifkan kembali kegiatan remaja muslim di sekolah. Kami siap mendampingi untuk mengisi kegiatan tersebut dengan hal-hal positif yang membangun karakter generasi muda,” katanya.

Sri Rejeki menyoroti tantangan era digital di mana banyak anak-anak kecanduan media sosial karena minimnya alternatif kegiatan positif.

Menurutnya, dengan pendampingan yang tepat, anak-anak mampu meninggalkan gadget mereka dan fokus pada ibadah serta kegiatan yang bermanfaat.

“Kami ingin menjadi inspirasi dan memberikan motivasi agar anak-anak tidak hanya disuruh tetapi juga didampingi secara langsung. Kami yakin Alquran adalah solusi dari segala masalah. Anak-anak yang dekat dengan Alquran dan keluarga yang mencintai Alquran insya Allah akan terjaga dari berbagai fitnah dunia,” tambahnya.

ODOJ Kalteng juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif di era digital, menyeimbangkan antara kemudahan teknologi dengan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Dengan program yang terus berkembang, ODOJ berharap dapat memperluas jangkauan dakwah hingga ke pelosok Kalimantan Tengah dan menciptakan generasi Qurani yang tangguh menghadapi tantangan zaman. (DEWI PATMALASARI/R)