PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Jati Asmoro menyampaikan bahwa tingkat kelurahan menjadi fokus utama dalam upaya intervensi pencegahan stunting di wilayah Kota Cantik. 

Ia menilai pendekatan berbasis kelurahan lebih efektif karena langsung menyentuh akar permasalahan di tingkat masyarakat.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu kelurahan. Di sinilah letak intervensi paling strategis yang melibatkan kader kesehatan, keluarga, serta tokoh masyarakat,” ujar Jati, Minggu 4 Mei 2025.

Ia menjelaskan bahwa, intervensi di tingkat kelurahan meliputi berbagai program, seperti pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dasar.

Jati juga mendorong agar pemerintah kota memperkuat sinergi dengan posyandu, puskesmas, dan perangkat kelurahan dalam menjalankan program penanggulangan stunting. 

Dia menekankan pentingnya pelibatan semua pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi sosial, untuk memperluas jangkauan program.

“Kita harus memastikan bahwa setiap anak di Palangka Raya mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas. Ini merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menurutnya DPRD akan terus mendukung alokasi kebijakan yang mempercepat penurunan angka stunting di Palangka Raya secara merata. (MARINI/R)