PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah kota yakni persoalan kemiskinan dan rendahnya tingkat kemandirian ekonomi keluarga.

Menurut Arif, meskipun sejumlah program pembangunan telah digulirkan, namun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan manfaatnya secara ekonomi. 

Ia menegaskan bahwa, perlu langkah konkret dan terarah dari pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi keluarga, khususnya melalui pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, dan akses permodalan.

“Kemiskinan bukan hanya soal penghasilan rendah, tapi juga minimnya akses dan kesempatan masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Ini harus menjadi fokus pemerintah,” ujarnya, Minggu 4 Mei 2025.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong wirausaha lokal agar mampu bertahan dan tumbuh. 

Arif menekankan pentingnya data yang akurat agar program pengentasan kemiskinan tepat sasaran dan berkelanjutan. 

Ia berharap upaya tersebut dapat menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang inklusif dan sejahtera bagi seluruh warganya. (MARINI/R)