PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery menekankan pentingnya membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam upaya membentuk generasi muda yang sadar dan tanggap terhadap potensi kebencanaan di daerah.

Menurut Khemal, Palangka Raya sebagai wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta bencana sosial lainnya, membutuhkan pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pendidikan kebencanaan harus masuk dalam ruang akademik dan dikembangkan melalui kerja sama antara kampus, sekolah, dan instansi pemerintah. Generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana sejak dini,” kata Khemal, Minggu 4 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa peran akademisi tidak hanya dalam aspek edukasi, tetapi juga penelitian dan inovasi kebencanaan, yang dapat dijadikan referensi oleh pemerintah dalam menyusun kebijakan dan strategi penanggulangan bencana yang lebih efektif.

Khemal berharap, melalui sinergi tersebut, akan terbentuk budaya siaga bencana yang kuat di kalangan masyarakat, serta peningkatan kapasitas lokal dalam menghadapi kondisi darurat secara cepat dan tepat.

"Serta sebagai bagian dari edukasi publik dan penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi bencana," pungkasnya. (MARINI/R)