BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memiliki kesadaran tinggi terhadap risiko kebocoran data, terutama di tengah era digitalisasi pelayanan publik yang semakin luas.
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan informasi, baik yang bersifat administratif maupun yang berkaitan dengan data pribadi masyarakat.
Ia menegaskan, pengelolaan informasi harus dilakukan secara aman, cermat, dan profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Setiap ASN harus paham bahwa data merupakan aset penting. Jika tidak dikelola dengan baik, kebocoran data bisa berdampak serius, termasuk merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah," tegas Hatir, Minggu 4 Mei 2025.
Selain pemahaman etika dan prosedur kerja, ASN juga perlu dibekali dengan pelatihan terkait keamanan siber dan perlindungan data.
Hal ini untuk memastikan setiap informasi yang dikelola tidak disalahgunakan atau jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Saya berharap Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat sistem keamanan data dan mengembangkan budaya kerja yang menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, dan perlindungan informasi publik," harapnya.(MARINI/R)









