PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks harga barang dan jasa di perdesaan Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen pada April 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan fluktuasi harga konsumsi masyarakat perdesaan, khususnya petani, serta biaya produksi hasil pertanian.

"Kenaikan indeks harga ini menunjukkan adanya dinamika harga yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian," ujar Agnes Widiastuti pada Minggu, 4 Mei 2025.

Berdasarkan data BPS, Indeks harga di perdesaan naik dari 127,27 pada Maret 2025 menjadi 127,80 pada April 2025.

Perubahan indeks ini dipengaruhi oleh kenaikan harga di seluruh subsektor pertanian. Sektor tanaman pangan mengalami kenaikan 0,43 persen, sementara hortikultura naik 0,34 persen. Tanaman perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen, menandakan peningkatan harga komoditas perkebunan.

Subsektor peternakan mencatat kenaikan tertinggi dengan peningkatan indeks sebesar 0,68 persen. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan harga produk peternakan yang berkontribusi pada keseluruhan peningkatan indeks harga di perdesaan. Subsektor perikanan mengalami kenaikan 0,27 persen.

Menurut Agnes, kenaikan ini menunjukkan adanya tren peningkatan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat perdesaan.

"Kami akan terus memantau perkembangan harga serta faktor yang mempengaruhinya untuk memberikan informasi yang akurat kepada publik," tambahnya.

Kenaikan indeks harga ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Evaluasi terhadap kebijakan harga dan distribusi barang di perdesaan menjadi penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat, terutama petani sebagai kelompok terbesar di wilayah perdesaan Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)