PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kalteng, Sri Widanarni mengatakan bahwa pemerintah perlu menyusun neraca pangan daerah sebagai langkah strategis untuk melindungi petani dan peternak lokal dari tekanan harga akibat pasokan dari luar.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa saat peternak ayam dan petani pangan memasuki masa panen, pasokan dari luar akan dihentikan sementara sehingga harga hasil produksi lokal tetap stabil dan menguntungkan bagi para pelaku usaha pertanian dan peternakan.

Sri Widanarni, menegaskan bahwa pemetaan neraca pangan ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesejahteraan petani dan peternak.

"Dengan adanya neraca pangan, kita bisa mengetahui kapan waktu panen berlangsung, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ini akan membantu kita dalam mengatur pasokan dari luar agar tidak mengganggu harga hasil pertanian dan peternakan lokal," kata Sri pada Senin, 5 Mei 2025.

Menurut Sri, salah satu dampak negatif yang dirasakan peternak ayam pada April 2025 adalah masuknya pasokan ayam dari luar daerah saat peternak lokal sedang panen. Hal ini menyebabkan harga ayam lokal tertekan dan merugikan peternak kecil serta menengah.

"Kondisi ini tidak boleh terjadi lagi. Dengan neraca pangan, kita bisa mencegah masuknya pasokan luar di waktu yang tidak tepat sehingga peternak bisa mendapatkan keuntungan maksimal," tambahnya.

Selain menghentikan pasokan dari luar pada saat panen, pemerintah daerah juga berencana meningkatkan pendampingan bagi petani dan peternak dalam mengelola usaha mereka. Program pelatihan manajemen usaha, efisiensi produksi, serta subsidi pakan akan terus dikembangkan agar sektor pertanian dan peternakan semakin kuat.

"Kami ingin memastikan bahwa petani dan peternak lokal memiliki daya saing yang tinggi serta mampu menghadapi dinamika pasar dengan lebih baik," ungkap Sri.

Pemprov Kalteng juga akan berkoordinasi dengan distributor dan pasar untuk memastikan mekanisme distribusi hasil pertanian dan peternakan berjalan lancar tanpa gangguan harga yang tidak stabil.

"Dengan sistem neraca pangan yang terencana, kita bisa memastikan bahwa hasil produksi lokal memiliki jalur distribusi yang baik dan tidak terganggu oleh pasokan luar yang berlebihan," jelasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap para petani dan peternak lokal dapat menikmati harga jual yang lebih layak dan tidak lagi mengalami tekanan akibat masuknya produk dari luar daerah.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan agar bisa menjadi penopang utama ekonomi daerah," tutup Sri Widanarni. (TESTI PRISCILLA/H)