BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni mendorong generasi muda di "Bumi Tambun Bungai" untuk menjadi petani milenial.
"Pemanfaatan teknologi dalam pertanian untuk mempermudah proses tanam dan panen sekarang sudah masif. Kemajuan teknologi telah menghadirkan solusi bagi petani dalam mengelola lahan secara lebih efisien," kata Sri pada Senin, 5 Mei 2025.
Sri Widanarni juga mendorong generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam sektor pertanian. Ia menekankan bahwa regenerasi petani sangat diperlukan saat ini mengingat mayoritas petani yang masih ada sekarang sudah berusia lanjut.
"Memang banyak orang masih memiliki persepsi negatif terhadap profesi petani. Sering kali orang membayangkan bertani itu berarti bekerja di ladang, di sawah, dengan kondisi panas, kotor, dan penuh lumpur," tuturnya.
Hal inilah yang menurut Sri menyebabkan kurangnya minat anak muda terhadap dunia pertanian.
Lebih lanjut, Sri Widanarni mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini cenderung mendambakan pekerjaan dengan citra lebih bersih dan prestisius, seperti bekerja di bank atau menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN. Menurutnya, pola pikir ini perlu diubah agar pertanian tetap menjadi sektor yang diminati dan berkembang.
"Bila generasi muda terus menghindari pertanian, maka siapa yang akan melanjutkan profesi ini? Saat ini, banyak petani sudah berusia lanjut dan mungkin tidak lagi memiliki tenaga yang cukup untuk mengelola lahan," ujarnya.
Ia menekankan perlunya perubahan perspektif agar pertanian tetap menjadi profesi yang menarik dan menjanjikan.
Sebagai solusi, Sri Widanarni menekankan pentingnya pendidikan vokasi serta pelatihan berbasis teknologi pertanian modern. Ia berharap kebijakan daerah dapat lebih mengakomodasi kebutuhan generasi muda dalam mengembangkan keterampilan pertanian yang inovatif.
"Sektor pertanian tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









