SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengupayakan segera merelokasi para pedagang dari Pasar Subuh di samping Markas Kodim 1015 Sampit ke Pasar Mangkikit yang telah lama mangkrak.

“Saya bersama beberapa SOPD mengecek langsung Pasar Mangkikit yang hingga kini belum difungsikan. Saya sudah minta sesegera mungkin dikaji dasar hukumnya agar pasar ini bisa segera dimanfaatkan. Kami juga memohon dukungan dari DPRD supaya pasar ini bisa beroperasi secara maksimal,” kata Halikinnor, Senin, 5 Mei 2025.

Hal itu ia sampaikan setelah meninjau Pasar Mangkikit. Bangunan besar tersebut sudah mangkrak 10 tahun. Sementara pedagang terpaksa membuka lapak di Pasar subuh dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Kita melihat Pasar di dekat kodim, kalau hujan becek dan kumuh. Saya lihat justru lebih bagus di Pasar Mangkikit, meskipun pembangunannya belum sepenuhnya selesai," ujarnya. 

Dirinya menginstruksikan SOPD untuk mencari solusi dan meminta advice dari BPKP agar Pasar Mangkikit bisa segera dibersihkan dan dimanfaatkan.

“Pedagang di samping Kodim itu penuh sesak, bahkan sampai meluber ke jalan. Kalau ditertibkan sekarang tidak bisa karena mata pencaharian mereka. Kita bertoleransi dulu dan mempersiapkan untuk relokasi ,” tandasnya.

Pasar Mangkikit mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 22 Februari 2015. Proyek yang digarap oleh PT Heral Eranio Jaya (HEJ) ini awalnya direncanakan memakan waktu delapan hingga sepuluh bulan. Namun hingga kini, pembangunan belum tuntas dan Mangkrak. Kontraktor pun terjerat kasus hukum Gedung Expo Sampit.

Halikinnor baru saja menunjuk Johny Tangkere menjadi Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang baru. Ia berharap, dengan kepemimpinan baru pasar dapat segera ditata.

“Semoga dengan pelaksanaan tugas yang baru bisa mencari solusi supaya pasar itu kalau kita biarkan kita tidak tidak tahu Sampai kapan bisa difungsikan," tandas Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/R)