BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim menyoroti persoalan meningkatnya angka pengangguran di kalangan lulusan sarjana.
Ia menilai hal ini menjadi tantangan serius yang harus segera direspons oleh Pemko dengan langkah-langkah strategis, serta melakukan pendataan apakah benar-benar warga asli Palangka Raya atau bukan.
“Pengangguran di kalangan sarjana harus dapat ditekan. Pemerintah kota perlu hadir dengan kebijakan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, serta memberdayakan potensi lulusan perguruan tinggi,” ujar Arif, Senin 5 Mei 2025.
Menurutnya lulusan sarjana adalah sumber daya manusia potensial yang seharusnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah jika diberi ruang dan kesempatan.
Oleh karena itu ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan tinggi untuk membuka peluang kerja yang relevan.
Arif juga menekankan pentingnya pelatihan keterampilan tambahan, inkubasi bisnis, serta program magang yang menjembatani lulusan sarjana dengan kebutuhan pasar kerja.
“Jangan sampai potensi mereka terbuang percuma hanya karena tidak adanya wadah atau kebijakan yang mendukung,” tambahnya.
Ia berharap Pemko Palangka Raya segera menyusun peta jalan (roadmap) pengurangan pengangguran sarjana dengan pendekatan multisektor dan berkelanjutan.
“Masalah ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan daya saing daerah,” pungkasnya. (MARINI/R)









