PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menambahkan dua bahasa baru dalam program revitalisasi bahasa daerah 2025.

Bahasa tersebut adalah Melayu Dialek Sukamara dan Tawoyan, yang bergabung dengan delapan bahasa lain yang telah direvitalisasi sejak tahun lalu.

“Bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maanyan, Ot Danum, Melayu Dialek Kotawaringin, Dayak Siang, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Dayak Sampit yang telah direvitalisasi tahun lalu, tahun ini direvitalisasi kembali agar proses itu berkelanjutan,” kata Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalteng, Maskur di Palangka Raya, Senin, 5 Mei 2025.

Ia mengatakan revitalisasi dilakukan agar bahasa daerah tidak hanya tetap hidup, tetapi juga kembali digunakan di ranah yang semestinya oleh generasi muda.

Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya tak benda yang mencerminkan jati diri masyarakat Kalimantan Tengah.

“Kita semua berusaha semaksimal mungkin agar budaya dan bahasa kita tidak hilang begitu saja, tetapi terlindungi, terlestarikan, agar lebih kuat dan bermanfaat,” tukasnya. (HERMAWAN DP/R)