PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rangkaian acara Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip Sampit 2025 yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan dan GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, memasuki hari ketiga. Sebanyak 75 peserta mengikuti kunjungan langsung ke kebun serta pusat penelitian PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi atau GSIP, anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. Mereka penuh semangat dan antusiasme selama mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai persilangan kelapa sawit Varietas Simalungun yang menjaga kemurnian genetiknya, serta fasilitas jasa Laboratorium R&D yang telah terakreditasi ISO 17025:2017.

Kunjungan dimulai dengan pembekalan alat pelindung diri atau APD sesuai standar keselamatan perusahaan. Staff SHE atau Safety, Health and Environment PT GSIP, Danang Listiyanto menekankan pentingnya penggunaan APD guna menjaga keselamatan selama berada di area perkebunan.

"Wajib menggunakan helm dan boots yang telah disiapkan. Keselamatan adalah prioritas utama," ujarnya kepada peserta seperti dalam rilis yang diterima Borneonews pada Senin, 5 Mei 2025.

Para peserta kemudian diajak menyaksikan langsung performa Varietas Simalungun di lapangan. Kelapa sawit unggulan ini dikenal memiliki daya adaptasi tinggi serta potensi produktivitas yang optimal. Tim penelitian PT GSIP menjelaskan bagaimana varietas ini dikembangkan dengan metode persilangan terkontrol untuk mempertahankan kemurnian genetiknya.

Selain pengamatan langsung di kebun, peserta field trip juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Laboratorium R&D PT GSIP. Laboratorium ini telah menerapkan standar ISO 17025:2017 dengan sertifikat akreditasi LP-1339-IDN dari Komite Akreditasi Nasional. Peserta diajak memahami berbagai uji laboratorium yang digunakan untuk memastikan kualitas tanaman dan produk kelapa sawit.

--page

Suasana kunjungan berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang aktif bertanya mengenai teknik pemuliaan, metode analisis genetik, serta peran penelitian dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Tim ahli dari PT GSIP dengan antusias menjawab pertanyaan, memberikan wawasan lebih mendalam tentang teknologi terkini dalam industri perkebunan.

Salah satu peserta, Rina Wahyuni, mengungkapkan kekagumannya terhadap fasilitas penelitian yang dimiliki PT GSIP.

"Saya sangat terkesan dengan profesionalisme dan teknologi yang diterapkan. Kunjungan ini membuka wawasan baru tentang betapa pentingnya riset dalam industri kelapa sawit," ujarnya.

Field Trip Sampit 2025 menjadi momen penting bagi para peserta untuk memahami inovasi di industri kelapa sawit. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya penelitian dan teknologi dalam meningkatkan kualitas serta produktivitas perkebunan.

Dengan berakhirnya kunjungan ke PT GSIP, peserta field trip kembali dengan pemahaman yang lebih luas tentang pengembangan kelapa sawit, khususnya Varietas Simalungun. Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi para pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri kelapa sawit secara lebih berkelanjutan dan inovatif. (TESTI PRISCILLA/Y)