BORNEONEWS, Kuala Kauas – Dalam rangka mendukung transformasi digital dan pelayanan publik yang inklusif, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas juga menekankan pentingnya perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam sosialisasi pengelolaan arsip dan aplikasi SRIKANDI yang digelar Senin, 5 Mei 2025.
Kepala Disarpustaka Kapuas, Suwarno Muriyat menjelaskan bahwa paradigma perpustakaan kini telah berubah menjadi tempat pemberdayaan masyarakat.
“Dari membaca buku dan mengakses internet, pemustaka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen kuat Pemkab Kapuas dalam pengelolaan arsip telah membuahkan hasil membanggakan.
Dalam dua tahun terakhir, Arsip Nasional RI memberikan penilaian kategori BB (Sangat Baik) untuk digitalisasi arsip dan pengawasan kearsipan, serta apresiasi tinggi terhadap implementasi aplikasi SRIKANDI.
--page
Pada kegiatan ini, narasumber dari Disarpustaka Kapuas memaparkan materi seputar indikator kinerja utama (IKU), penggunaan aplikasi kearsipan dan perpustakaan, inovasi layanan LAPAK (Layanan Pengelolaan Arsip Keluarga). Selain itu, juga regulasi terkait sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). (DODI/Y)









