PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Teknologi dan penelitian dalam industri kelapa sawit terus berkembang untuk menghasilkan varietas yang lebih unggul. Salah satu inovasi terbaru adalah DxP Simalungun, hasil kerja sama PT Astra Agro Lestari Tbk dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan. Varietas ini diperkenalkan kepada peserta Teknis Kelapa Sawit atau TKS dan Field Trip 2025 di Kalimantan Tengah.

Sejak 2008, penelitian berkelanjutan dilakukan guna menghasilkan benih dengan produktivitas tinggi dan daya tahan lingkungan yang optimal. Benih DxP Simalungun telah ditanam di blok C3 PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Menurut Head of Seed Production Research and Development PT GSIP, Firman Budiman varietas ini memiliki keseimbangan sex ratio bunga jantan dan betina sekitar 65–70 persen, memastikan ketersediaan polen yang cukup dan mengurangi risiko buah kempet yang sering terjadi pada varietas lain.

"Keunggulan lain dari varietas ini adalah rendemen minyak sawit yang mencapai sekitar 26,5 persen untuk CPO serta 9,4 ton/ha/tahun untuk PKO. Bobot janjang rata-rata mencapai 9,6 kg, memberikan nilai tambah bagi petani dan perusahaan dalam meningkatkan hasil produksi per hektar," kata Firman dalam rilis yang diterima Borneonews pada Senin, 5 Mei 2025.

Studi lapangan juga menunjukkan bahwa varietas ini memiliki adaptasi lingkungan yang baik, sehingga dapat tumbuh optimal tanpa memerlukan perlakuan tambahan yang mahal. Hal ini mengurangi ketergantungan pada teknik intervensi seperti hatch and carry atau artificial pollination, yang biasanya memerlukan investasi tenaga kerja dan biaya besar.

"Dari sisi distribusi, PT GSIP memastikan bahwa varietas ini dapat diakses dengan mudah oleh pelaku industri di Kalimantan," katanya lagi.

--page

Proses pemesanan hingga pengiriman hanya memakan waktu satu hingga dua bulan, memberikan kemudahan bagi perusahaan perkebunan yang ingin meningkatkan produktivitas kebunnya.

"Selain DxP Simalungun, PT Astra Agro Lestari juga memiliki tiga varietas internal lainnya, yakni AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala," bebernya.

Namun, lanjut Firman, ketiga varietas tersebut masih digunakan secara terbatas untuk kebutuhan internal perusahaan, sementara DxP Simalungun menjadi pilihan utama untuk pasar eksternal.

Dengan kombinasi penelitian berkualitas dan dukungan distribusi yang efisien, DxP Simalungun diharapkan menjadi terobosan baru dalam industri kelapa sawit Indonesia. Keunggulan produktivitas dan adaptasi lingkungan membuat varietas ini berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor perkebunan nasional. (TESTI PRISCILLA/Y)