BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 221 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyelesaikan persiapan administrasi dan siap diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kemenag Kotim, sebagai bentuk antisipasi, telah menyiapkan sekitar 5 persen peserta cadangan.
"Seperti pernah terjadi, ada calon haji yang sakit dan tidak bisa disembuhkan dalam waktu singkat sehingga harus diganti oleh cadangan. Untuk itulah, peserta cadangan juga mengikuti manasik haji sehingga mereka sudah siap jika mendadak diminta menjadi pengganti untuk diberangkatkan," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kotim Nur Widiantoro, Selasa, 6 Mei 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam rombongan tahun ini terdapat empat lansia berisiko tinggi yang akan difasilitasi kursi roda. Namun, sebagai antisipasi, pihaknya juga mengusulkan empat kursi roda cadangan sehingga total delapan kursi roda.
"Selain itu, dua calon haji penyandang disabilitas akan mendapatkan prioritas pendampingan. Sebenarnya mereka mampu tapi harus dengan pendampingan. Ini ada di program Kementerian Agama yakni pendampingan disabilitas dan lansia. Ada keluarganya yang berangkat juga jadi pendampingnya," ujarnya.
Ia juga mengakui tingginya minat masyarakat Kotim untuk menunaikan ibadah haji, dengan daftar tunggu hampir mencapai 3.000 orang.
Musim haji tahun 2024 lalu Indonesia mendapat tambahan kuota haji sebanyak 20.000 kursi sehingga menjadi 241.000. Dengan begitu Kalteng termasuk Kotim mendapat tambahan kuota.
"Untuk tahun ini, belum ada informasi tambahan kuota haji, sehingga kuota tetap sebanyak 221. 000 kursi," imbuhnya. (DEVIANA/H)









