PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M. Norkim, menegaskan pentingnya pengendalian ketimpangan sosial dan pengentasan kemiskinan dengan pendekatan berbasis data yang akurat dan terkini. 

Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi utama dalam merancang program dan kebijakan yang tepat sasaran.

"Selama ini, salah satu tantangan terbesar dalam menanggulangi kemiskinan adalah ketidaksesuaian data di lapangan. Ini menyebabkan banyak program tidak efektif karena tidak menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Arif, Selasa 6 Mei 2025.

Ia mendorong pemerintah kota agar memperkuat sistem pendataan, mulai dari pemutakhiran data keluarga miskin hingga pengawasan distribusi bantuan sosial.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara perangkat daerah, lembaga statistik, dan masyarakat dalam proses validasi data.

Arif menambahkan bahwa dengan data yang akurat, pemerintah kota dapat menyusun kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang mampu menekan ketimpangan secara signifikan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Palangka Raya.

"Program yang tepat sasaran akan memberikan dampak nyata, baik dari segi peningkatan kesejahteraan maupun keadilan sosial," pungkasnya. (MARINI/H)