PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks Ketimpangan Gender atau IKG di Kalimantan Tengah menunjukkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa pada tahun 2024, delapan kabupaten/kota di wilayah tersebut mengalami penurunan IKG dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan peningkatan dalam kesetaraan gender.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa tren positif ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan dan program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan serta peningkatan akses terhadap pendidikan dan ekonomi.

"Penurunan IKG ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat telah membawa dampak nyata dalam menyempitkan kesenjangan gender," kata Agnes pada Selasa, 6 Mei 2025.

Secara historis, ketimpangan gender di Kalimantan Tengah telah menunjukkan perbaikan yang konsisten. Sejak tahun 2018 hingga 2024, indeks ini mengalami penurunan sebesar 0,016 poin atau rata-rata 0,003 poin per tahun. Penurunan tersebut mencerminkan adanya kemajuan bertahap dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk partisipasi perempuan di sektor ekonomi dan politik.

Meskipun terdapat perbaikan yang signifikan, Widiastuti menekankan bahwa masih terdapat tantangan yang harus diatasi.

"Kesetaraan gender bukan hanya soal angka statistik, tetapi juga bagaimana perempuan memiliki akses yang sama terhadap peluang dan hak-hak dasar mereka," tambahnya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang gender, dapat berkembang secara optimal.

Pemerintah daerah di Kalimantan Tengah terus berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan gender melalui berbagai kebijakan yang mendukung partisipasi aktif perempuan dalam sektor ekonomi, sosial, dan politik.

"Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan keberlanjutan perbaikan ini," ujar Widiastuti.

Dengan tren penurunan IKG yang terus berlanjut, harapan akan Kalimantan Tengah yang lebih inklusif dan setara semakin nyata. Ke depan, diharapkan lebih banyak inisiatif dan program yang mampu mempercepat terciptanya keseimbangan gender, memberikan peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah. (TESTI PRISCILLA/j)