BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi II DPRD Palangka Raya Sumadi menegaskan pentingnya upaya perlindungan terhadap dampak ekonomi masyarakat dalam setiap langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak hanya soal aspek lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan kebakaran.
“Pencegahan karhutla memang sangat penting, tetapi jangan abaikan dampak ekonominya terhadap masyarakat. Harus ada solusi yang adil dan bijak agar tidak menimbulkan beban baru bagi warga,” ujar Sumadi, Selasa, 6 Mei 2025.
Sumadi menilai, pelibatan aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla harus dibarengi dengan pendekatan yang tidak mematikan mata pencaharian warga, khususnya petani dan peladang tradisional.
Ia mendorong, pemerintah kota untuk menyediakan alternatif pengelolaan lahan yang ramah lingkungan namun tetap produktif secara ekonomi.
“Perlu edukasi dan insentif bagi masyarakat agar mereka bisa beralih ke cara-cara yang lebih aman, tanpa kehilangan sumber penghasilan. Kita juga harus dorong program-program ekonomi yang berpihak kepada mereka,” tegasnya.
Komisi II DPRD Palangka Raya, lanjut Sumadi, siap mendorong sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam menekan potensi karhutla tanpa mengorbankan kesejahteraan rakyat.
Ia juga berharap perencanaan dan anggaran penanganan karhutla ke depan dapat mempertimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat agar upaya pencegahan bisa berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (MARINI/j)









