BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 4 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti pelatihan posko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar di Pusdalops BPBD Kotim. Pelatihan ini diikuti oleh MPA dari Kecamatan Seranau, Kota Besi, Cempaga, dan Parenggean.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pelatihan ini sangat penting mengingat Kotim termasuk daerah rawan karhutla karena didominasi lahan gambut.
“Ada 7 provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat bahaya karhutla tertinggi, salah satunya Kalimantan Tengah. Di Kotim sendiri ada 8 MPA yang aktif, yaitu di Teluk Sampit, MHS, MHU, Desa Rawa Sari, Seranau bagian utara, Kota Besi, Cempaga, dan Parenggean,” ujarnya, Selasa, 6 Mei 2025.
Multazam berharap seluruh peserta serius dalam mengikuti pelatihan ini, karena ancaman kemarau dapat memicu karhutla dan kekeringan yang berimbas pada musim tanam Mei, Juni, dan Juli.
“Ancaman gagal panen bisa terjadi jika kita tidak siap. Setelah pelatihan ini, saya harap peserta lebih siap menghadapi karhutla dan memahami tugas serta teknik penanganannya,” tandas Multazam.
Sementara itu, Japelmen Raja Guguk, selaku Ketua Panitia yang mewakili Kalaksa BPB PK Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan pelatihan posko karhutla se-Kalteng digelar di Kotim pada 7-8 Mei 2025.
“Pelatihan ini diikuti 75 pos lapangan (poslap) se-Kalteng secara bertahap, di 29 lokasi, dengan total 1.125 peserta. Mereka akan mendapatkan 16 jam materi pengendalian karhutla baik secara teori maupun praktik,” kata Japelmen.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas MPA dalam mengantisipasi dan menangani karhutla yang berpotensi besar terjadi di wilayah Kotim dan sekitarnya. (DEWI PATMALASARI/j)









