BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Raja-raja dari berbagai kerajaan yang pernah eksis di Nusantara menyepakati lima butir kesepakatan yang dideklarasikan di Hotel Swiss-Belinn Pangkalan Bun, Selasa (11/10/2016) malam. Lima butir "Deklarasi Kotawaringin" itu dipaparkan usai musyawarah para raja, sebagai bagian agenda Festival Keraton Nusantara (FKN) X di Pangkalan Bun.
Butir pertama, para raja yang tergabung dalam Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) bertekad bertekad meneruskan perjuangan para leluhur yang telah ikut andil mendirikan NKRI.
"Kedua, kami raja, sultan dan pemangku adat se-Nusatara menuntut peran baru, dalam proses-proses pembangunan bangsa dan negara, sehingga tidak hanya sekadar menjadi penonton pembangunan di republik ini," kata Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Palembang Darussalam yang tampil sebagai juru bicara.
Selanjutnya, para sultan menuntut komitmen pemerintah dengan leluhurnya saat mendirikan NKRI agar tidak diingkari dan dilaksanakan sebagaimana seharusnya. "Keempat, menyatakan penolakan kami terhadap intervensi pemerintah terhadap masalah-masalah adat."
Terakhir, para raja mendesak kepada Menteri Dalam Negeri RI mencabut Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 6 tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa. Mereka mengutuk dan mendesak aparat untuk melakukan tindakan hukum terhadap pelaku perusakan dan pembongkaran paksa benda-benda budaya yang terjadi di Istana Balla Gowa pada 7,8 dan 11 September 2016.
Peristiwa di Gowa yang mengangkat kepala daerah sebagai raja di Gowa, dinilai menyakiti marwah dan martabat keraton se-Nusantara. "Kembalikan hak-hak masyarakat adat atau raja, Istana Balla Lompowa dan benda-benda pusaka kerajaan Gowa," urai sultan berambut gondrong ini. (Raden Ariyo/B-10)
Para Sultan Hasilkan 'Deklarasi Kotawaringin'
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







