BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Eddy Mashamy mengimbau agar pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk mencegah terjadinya konflik antara buaya dan manusia di wilayah tersebut.
“Pemerintah harus lebih memperhatikan masyarakat yang terdampak dan kami mendukung penuh rencana pemerintah daerah untuk membangun lokasi penangkaran buaya di Pulau Hanibung, Kecamatan Kotabesi,” ujar Eddy, Selasa, 6 Mei 2025.
Hal itu disampaikannya setelah dirinya dan BKSDA Resort Sampit mengunjungi korban serangan buaya di Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, rencana penangkaran buaya di Pulau Hanibung diharapkan dapat membantu mengurangi risiko konflik antara manusia dan buaya yang kian meningkat.
Selain itu, Eddy Mashamy juga meminta Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap populasi buaya di kawasan tersebut.
--page
“Hal ini penting sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan selanjutnya, termasuk apakah perlu dilakukan pengurangan atau relokasi jika populasi buaya sudah melebihi kapasitas daya dukung lingkungan,” tambahnya.
Eddy juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk membatasi aktivitas yang dapat memicu konflik, seperti menghindari kontak langsung dengan air sungai.
"Kami minta warga untuk tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai, serta menghindari aktivitas di sungai yang dapat memperburuk situasi," ujarnya.
Insiden yang melibatkan Samsul Anwar, seorang warga Desa Ramban, terjadi pada Sabtu, 3 Mei 2025, saat korban hendak berwudu menjelang salat Isya di tepi Sungai Sampit.
Samsul diserang buaya dan sempat tercebur ke dalam sungai, namun berhasil menyelamatkan diri meskipun mengalami luka cukup serius di tangan kanan. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Bagendang untuk mendapatkan 15 jahitan, dan kini sudah kembali ke rumahnya di Desa Ramban.
Untuk mencegah kejadian serupa, legislator dari daerah pilihan (dapil) III tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak membuat kandang ternak di sekitar bantaran sungai. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah rumah tangga dan bangkai binatang ke sungai. Tiga perilaku tersebut dapat memicu buaya mendekati pemukiman dan meningkatkan risiko konflik buaya dengan manusia.
“Rencananya BKSDA akan memasang perangkap untuk menangkap buaya. Tetapi yang terpenting, perilaku yang menyebabkan buaya muncul harus dihindari. Semoga tidak ada lagi korban akibat serangan buaya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









