PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan atau Ekbang Sekretariat Daerah Kalteng, Sri Widanarni, menegaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

"Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pemberian dukungan kepada pelaku usaha perempuan," kata Sri Widanarni pada Rabu, 7 Mei 2025.

Pemerintah berupaya memperluas akses kredit usaha agar perempuan yang bergerak di sektor ekonomi dapat lebih mudah mengembangkan usahanya.

"Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas," katanya.

Selain akses pendanaan, Pemprov Kalteng juga berfokus pada peningkatan kapasitas dan keterampilan perempuan dalam bidang usaha. Program pelatihan dan pendampingan menjadi bagian dari strategi agar perempuan memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola bisnisnya.

"Dengan adanya dukungan ini, perempuan di Kalimantan Tengah diharapkan semakin berdaya dan mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis," tuturnya.

Sri Widanarni menegaskan bahwa peningkatan Indeks Kesenjangan Gender atau IKG bukan sekadar wacana, tetapi menjadi agenda pembangunan yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dianggap sebagai kunci utama dalam mempersempit kesenjangan gender di berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, dan sosial.

"Upaya nyata ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi ketimpangan gender yang masih terjadi," jelasnya lagi.

Dengan adanya dukungan kebijakan yang tepat, perempuan di Kalimantan Tengah bisa lebih berperan dalam pengambilan keputusan ekonomi dan turut serta dalam pembangunan daerah secara aktif.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, tetapi juga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

"Dengan keterlibatan perempuan yang lebih luas, Kalimantan Tengah diharapkan dapat mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," tutur Sri lagi. (TESTI PRISCILLA/H)