PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah mengunjungi kebun dan menyaksikan langsung proses polinasi kelapa sawit, peserta Field Trip Teknis Kelapa Sawit atau TKS 2025 melanjutkan agenda ke Research Center PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi atau GSIP.

Di pusat riset ini, peserta diperlihatkan bagaimana penelitian dan pengujian ilmiah menjadi fondasi utama dalam pengembangan benih unggul serta sistem agronomi modern yang dijalankan perusahaan.

Head of Seed Production PT. Astra Agro Lestari Tbk, Firman Budiman menjelaskan bahwa Research Center PT GSIP memiliki enam laboratorium utama, yakni laboratorium kimia, biologi, molekular, bunch oil analysis, pollen, dan tissue culture.

"Beberapa fasilitas ini telah mengantongi sertifikasi ISO 17025:2017, memastikan standar internasional dalam setiap pengujian. Laboratorium ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya," kata Firman dalam rilisnya pada Rabu, 7 Mei 2025.

Peserta field trip mendapatkan penjelasan mendalam tentang berbagai jenis pengujian yang dilakukan di laboratorium. Di antaranya, analisis daun dan rachis, pengujian tanah dan pupuk, bahan organik, kualitas air dan limbah, mikrobiologi, serta crude palm oil dan analisis DNA molekuler. Firman Budiman menyampaikan bahwa laboratorium ini tidak hanya melayani kebutuhan internal perusahaan tetapi juga terbuka bagi mitra eksternal.

"Bapak-bapak yang ada di Kalimantan tak perlu jauh-jauh mencari jasa laboratorium berstandar internasional (ISO 17025:2017), karena semuanya tersedia di PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi," ujar Firman Budiman, menegaskan kesiapan Research Center PT GSIP dalam mendukung berbagai kebutuhan penelitian di sektor perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu Ketua GAPKI Kalimantan Tengah, Syaiful Panigoro, memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara TKS dan Field Trip ini. Ia menyampaikan kekagumannya terhadap antusiasme peserta serta dukungan dari pihak tuan rumah, seraya berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Media Perkebunan.

"Kegiatan ini di luar ekspektasi kami. Pesertanya membludak, dan kami harus melakukan banyak penyesuaian. Harapannya, ini bisa menjadi agenda tahunan dan ke depannya akan lebih banyak peserta yang bisa dilibatkan," ujar Syaiful Panigoro.

Lebih lanjut, Syaiful juga menekankan pentingnya keberadaan Research Center dalam mendukung industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Kami sangat menghargai kontribusi dari research center ini, yang tidak hanya memberikan jasa tetapi juga ilmu bagi kita semua. Hari ini kita sudah belajar, tinggal bagaimana kita mengaplikasikan dengan menanam benih yang telah dikembangkan di sini," lanjutnya.

Firman Budiman turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan para peserta dan dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam acara ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antar pelaku industri sangat penting untuk kemajuan bersama, dan pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama di masa depan.

"Kami sangat terbuka untuk kerja sama, baik kunjungan dari perusahaan Bapak-Ibu maupun kolaborasi lainnya. Bahkan sebenarnya, tidak harus dalam bentuk acara besar seperti ini. Silakan jika ingin berdiskusi atau menjalin komunikasi lebih lanjut, kami sangat terbuka," pungkas Firman.

Field Trip TKS 2025 kali ini tidak hanya memperlihatkan praktik terbaik di sektor perbenihan dan riset kelapa sawit, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan benih sawit unggul, demi mendukung industri kelapa sawit yang lebih inovatif dan berkelanjutan di masa depan. (TESTI PRISCILLA/H)