PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa dimensi pembentuk Indeks Kesetaraan Gender atau IKG masih menunjukkan perlunya perbaikan.

Hal ini terlihat dari perkembangan indikator penyusun IKG selama periode 2018–2024, terutama dalam aspek kesehatan reproduksi.

Dua indikator utama dalam dimensi kesehatan reproduksi yang menjadi perhatian adalah proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan atau MTF dan proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun atau MHPK20.

"Berdasarkan data BPS, terjadi perubahan signifikan dalam kedua indikator tersebut pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Agnes pada Rabu, 7 Mei 2025.

Pada tahun 2024, nilai MTF tercatat sebesar 0,321, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 0,378. Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan akses perempuan terhadap fasilitas kesehatan saat melahirkan. Sementara itu, indikator MHPK20 juga mengalami penurunan sebesar 0,006 poin, menjadi 0,365 pada tahun 2024.

Agnes Widiastuti menekankan bahwa meskipun terdapat perbaikan dalam beberapa aspek, masih diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan di Kalimantan Tengah.

"Kami berharap program intervensi yang dilakukan pemerintah daerah dapat semakin menekan angka persalinan di luar fasilitas kesehatan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini," ujarnya.

Selain faktor kesehatan reproduksi, Agnes juga menyoroti bahwa aspek pendidikan dan partisipasi ekonomi perempuan perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya peningkatan IKG. Kesetaraan gender, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu tetapi juga berpengaruh pada pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

Dengan adanya pemantauan berkelanjutan dan kebijakan berbasis data, diharapkan indeks kesetaraan gender di Kalimantan Tengah dapat terus mengalami peningkatan, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. (TESTI PRISCILLA/H)