BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengajak seluruh lurah dan camat untuk meningkatkan pengawasan terhadap lahan kosong di wilayah masing-masing.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai terjadi di Kota Palangka Raya. Peningkatan kewaspadaan dinilai penting mengingat telah terjadi beberapa kasus Karhutla baru-baru ini.
Berdasarkan data yang diperoleh, pada tanggal 23 April 2025, terjadi kebakaran lahan di Jalan G. Obos 26 dengan luas lahan terbakar mencapai 0,22 hektare.
Kemudian, pada Mei 2025, kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 16 dengan luas lahan terbakar yang lebih besar, yaitu 0,91 hektare.
"Kedua kejadian ini menjadi peringatan dini akan potensi meluasnya Karhutla di Palangka Raya," katanya, Rabu, 7 Mei 2025.
Hendrikus Satria Budi menekankan pentingnya peran lurah dan camat dalam mencegah Karhutla. Mereka diminta untuk aktif memantau lahan kosong di wilayahnya, khususnya lahan yang berpotensi menjadi sumber api.
Kerja sama dengan masyarakat setempat juga sangat penting untuk menciptakan kesadaran kolektif dalam mencegah Karhutla.
"Lurah dan camat harus proaktif dalam memantau lahan kosong di wilayahnya. Mereka harus berkoordinasi dengan masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla," tegas Hendrikus.
Ia menambahkan bahwa pencegahan dini lebih efektif dan lebih murah daripada penanggulangan Karhutla yang telah terjadi.
Selain pengawasan, BPBD Palangka Raya juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Karhutla dan upaya pencegahannya.
Masyarakat akan dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menanggulangi kebakaran lahan, termasuk cara memadamkan api dan melaporkan kejadian Karhutla.
BPBD Palangka Raya berharap dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, Karhutla di Kota Palangka Raya dapat dicegah dan diatasi secara efektif.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan," pungkasnya. (PATHUR/R)









