TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Barito Timur menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Seminar IAI Tahun 2025, Rabu, 7 Mei 2025. 

Kegiatan yang mengangkat tema “Pemberlakuan Sistem OSS (Online Single Submission) dalam Perizinan Apotek” ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Barito Timur dan dihadiri oleh Wakil Ketua I Pengurus Daerah (PD) IAI Kalimantan Tengah, Fransiskus Pakanan, serta para pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan perizinan.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Barito Timur, Bupati M Yamin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota IAI Barito Timur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia berharap Rakercab ini dapat menghasilkan komitmen bersama yang dituangkan dalam program kerja organisasi serta memperkuat posisi IAI sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dari aspek promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.

“Melalui Rakercab ini, saya berharap program-program kerja yang disusun dapat disesuaikan dengan kemampuan pelaksanaan di lapangan, dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat,” ujar Amrullah saat membacakan sambutan Bupati.

Terkait seminar, bupati menyoroti pentingnya penerapan Sistem Online Single Submission (OSS) dalam perizinan apotek. Ia menilai sistem ini merupakan langkah pemerintah dalam menyederhanakan proses perizinan usaha serta menciptakan layanan yang terintegrasi, cepat, murah, dan memberikan kepastian hukum.

“Kami berharap seminar ini mampu memberikan pemahaman yang aplikatif bagi para peserta, agar proses perizinan apotek ke depan berjalan lebih efisien dan sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua IAI Pengurus Cabang Barito Timur, Fredhy Chrisantoso, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga Rakercab dan seminar bisa terlaksana dengan baik. 

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam hal perizinan dan pelayanan kefarmasian di daerah.

redhy juga menegaskan bahwa IAI Barito Timur siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kami berharap Rakercab ini menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis IAI Barito Timur dalam menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kefarmasian yang profesional,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara profesi apoteker dan pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)