PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa enam kabupaten/kota di provinsi ini mengalami peningkatan ketimpangan gender berdasarkan Indeks Ketimpangan Gender atau IKG terbaru.

"Peningkatan tertinggi tercatat di Kabupaten Murung Raya, dengan kenaikan nilai IKG sebesar 0,021 poin, diikuti oleh Kabupaten Sukamara," kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 7 Mei 2025.

Agnes menyatakan bahwa kenaikan ketimpangan gender ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan di beberapa wilayah.

"Meskipun beberapa daerah sudah menunjukkan perbaikan, masih ada tantangan yang harus diselesaikan untuk mencapai kesetaraan gender yang lebih merata," ujarnya.

Menurut Agnes, faktor utama yang mempengaruhi ketimpangan gender di daerah tersebut antara lain akses terhadap pendidikan, partisipasi ekonomi, dan keterwakilan perempuan dalam pemerintahan.

"Kami melihat bahwa daerah dengan akses pendidikan dan peluang kerja yang lebih terbatas cenderung memiliki ketimpangan yang lebih tinggi," tambahnya.

Pemerintah daerah di enam kabupaten/kota yang mengalami kenaikan ketimpangan gender diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan. Program peningkatan pendidikan bagi perempuan, pemberdayaan ekonomi, serta kebijakan yang mendorong partisipasi perempuan dalam berbagai sektor menjadi langkah yang perlu diperkuat.

Di sisi lain, beberapa daerah di Kalimantan Tengah telah menunjukkan perbaikan dalam indeks ketimpangan gender. Agnes mengungkapkan bahwa kebijakan inklusif dan program pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan perempuan telah memberikan dampak positif di beberapa wilayah.

BPS Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ketimpangan gender dan memberikan rekomendasi berbasis data kepada pemerintah daerah agar kesetaraan gender dapat tercapai secara menyeluruh di provinsi ini. (TESTI PRISCILLA/j)