BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa struktur Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB atas dasar harga berlaku atau ADHB provinsi ini pada triwulan I-2025 masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 23,73 persen.
Sektor itu tetap menjadi pilar utama perekonomian daerah, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 16,88 persen, Perdagangan Besar-Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 12,51 persen, serta Pertambangan dan Penggalian 10,39 persen.
"Secara keseluruhan, keempat sektor tersebut menyumbang 63,52 persen terhadap perekonomian Kalimantan Tengah," kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Rabu, 7 Mei 2025.
Agnes menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada triwulan I-2025 dibandingkan dengan triwulan I-2024 mengalami peningkatan sebesar 4,04 persen year-on-year atau y-on-y.
"Pertumbuhan positif ini mencerminkan ketahanan ekonomi Kalimantan Tengah, khususnya di sektor-sektor utama yang menjadi penopang utama daerah," ujarnya.
Namun, jika dilihat secara kuartalan atau quarter-to-quarter/q-to-q, perekonomian Kalimantan Tengah mengalami kontraksi sebesar 6,57 persen. Menurut Agnes, penurunan ini merupakan dampak dari faktor musiman yang sering terjadi di awal tahun.
"Kontraksi ekonomi pada triwulan pertama sudah menjadi pola yang lazim, terutama terkait dengan penurunan aktivitas di sektor tertentu setelah lonjakan pada akhir tahun sebelumnya," jelasnya.
Berdasarkan data BPS, besaran PDRB Kalimantan Tengah ADHB pada triwulan I-2025 mencapai Rp58,0 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan atau ADHK tahun 2010 tercatat sebesar Rp29,7 triliun. Agnes menyatakan bahwa angka tersebut menunjukkan kekuatan ekonomi daerah, meskipun masih terdapat tantangan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan.
Lebih lanjut, Agnes menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor dominan.
"Penguatan industri hilir dan peningkatan nilai tambah produk pertanian serta kehutanan menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan," tambahnya.
Dengan tren pertumbuhan yang positif meskipun ada kontraksi kuartalan, perekonomian Kalimantan Tengah tetap menunjukkan potensi yang kuat di berbagai sektor. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong inovasi dan investasi guna meningkatkan daya saing ekonomi provinsi ini di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









