BORNEONEWS, Sampit - Impian masyarakat merasakan Jalan Buana Mustika, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beraspal mulus segera terwujud setelah sekian tahun tertunda.
"Dulu saat awal Pak Bupati Halikinnor menjabat periode pertama pembangunan jalan ini sudah direncanakan. Tetapi tiba-tiba ada pandemi covid-19 sehingga ditunda," kata Camat Telaga Antang Sudar, Rabu, 7 Mei 2025.
Lanjutnya, pada tahun 2024 jalan yang menjadi akses masyarakat dari desa ke jalan poros Antang Kalang-Parenggean tersebut sempat diusulkan kembali. Namun hingga perubahan tak kunjung mendapat porsi anggaran.
Hingga akhirnya, awal 2025 Jalan Buana Mustika masuk salah satu dari 6 proyek strategis yang akan dikerjakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim.
Dirinya sempat mendapat kabar pada Februari 2025 bahwa pembangunan jalan terkendala efisiensi anggaran dan bisa tertunda lagi. "Alhamdulillah kabar yang baik, ini tidak terkena efisiensi. Masyarakat sangat menyambut baik," tandasnya.
--page
Sebelumnya diberitakan, meski pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, proyek pengaspalan Jalan Buana Mustika di Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, memastikan bahwa proyek ini tidak terdampak efisiensi karena dibiayai dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit. Sementara proyek yang terdampak efisiensi dan gagal ialah yang penganggarannya bersumber dari DAK dan DAU-SG.
“Kecuali satu proyek yang bersumber dari DBH sawit, Jalan Buana Mustika tetap berjalan. Anggarannya sekitar Rp13,8 miliar untuk pengaspalan,” kata Mentana.
Anggaran tersebut untuk pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 2,2 kilometer. Saat ini proyek masih dalam tahap persiapan, termasuk pengambilan sampel material untuk pembuatan DMF. Mentana berharap proses persiapan berjalan lancar agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai. (DEWI PATMALASARI/Y)









