BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyoroti munculnya tantangan baru dalam dunia pendidikan dengan semakin maraknya penggunaan teknologi terkini, khususnya Artificial Intelligence (AI), oleh para pelajar.
Ia mengakui bahwa, AI membawa banyak manfaat, namun juga mengingatkan adanya risiko yang perlu diantisipasi.
“Teknologi AI memang memberi kemudahan bagi siswa, seperti dalam pencarian informasi, pembuatan tugas, atau pembelajaran interaktif. Tapi jika digunakan secara berlebihan dan tanpa pendampingan, justru dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan memicu ketergantungan,” ujar Noorkhalis, Rabu 7 Mei 2025.
Menurutnya, pemanfaatan AI harus dibarengi dengan pemahaman yang utuh terhadap materi pelajaran.
Ia menekankan, pentingnya peran guru dan orang tua dalam mengarahkan penggunaan teknologi agar tidak menggantikan proses belajar yang sesungguhnya.
--page
Noorkhalis juga menyarankan agar Dinas Pendidikan mulai merancang pedoman atau kurikulum tambahan terkait literasi digital dan etika penggunaan AI di sekolah.
Hal ini penting untuk memastikan teknologi benar-benar menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan intelektual siswa. “Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi, tapi kita wajib memastikan bahwa generasi muda menggunakannya dengan cerdas, bijak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap, kebijakan pendidikan di Kota Palangka Raya semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap menjaga esensi dari proses pembelajaran yang membentuk karakter dan kecerdasan peserta didik. (MARINI/Y)









