BORNEONEWS, Barito Selatan - Truk Hino pengangkut aspal terperosok di  Jembatan Ayuh, Desa Tabakanilan, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Ban roda belakang truk aspal itu, terperosok di jembatan yang terbuat dari kayu itu, Senin (10/10/2016) sekitar pukul 10.30 WIB.

Truk tujuan Kabupaten Murung Raya itu, membawa aspal sekitar 12 ton. Sedangkan jembatan yang dilewati merupakan jembatan kayu dengan kapasitas 6-8 ton.

“Biasanya truk-truk pengangkut alat berat maupun pengangkut aspal tujuan Muara Teweh atau Murung Raya tidak pernah melewati jembatan ini. Ya kalau travel sering karena mempersingkat waktu,” kata Warga Tabakanilan Sidimiati Utomo kepada Borneonews, Rabu (12/10/2016).

Di tempat yang sama Ajay Hartajaya, salah satu pengguna jalan mengatakan, ratusan warga yang hendak melintasi baik dari arah ibu kota Kabupaten atau warga desa dari Dusun Utara maupun warga desa dari Kecamatan Gunung Bintang Awai memutar arah atau mencari jalan lain.

“Kita, pengguna kendaraan roda dua terpaksa antri melewati jembatan gantung yang berada dihilir jembatan ayuh ini,” ucap dia. 

Ia mengatakan, untuk kendaraan roda empat terpaksa memutar arah atau mencari jalan lain karena jembatan tak bisa dilewati. Pasalnya, truk bermuatan aspal tersebut terperosok ditengah jembatan.

Jika mereka dari arah ibu kota Kabupaten terpaksa memutar arah melewati Ampah Barito Timur yang jaraknya ratusan kilometer. Sebailknya jika dari arah Tabakanilan mereka terpaksa memutar lewat jalan perusahaan PT Sindo Lumber menuju Ampah. 

“Kita berharap kepada pemerintah daerah maupun DPRD setempat untuk segera melakukan evakusi truk tersebut dari jembatan. Jika dibiarkan terlalu lama, maka dikhawatirkan lantai jembatan yang terbuat dari papan akan ambrol,” harap dia.

Sementara itu, anggota DPRD Fraksi PDIP dari dapil III, James Janzam minta pemerintah daerah turun tangan untuk melakukan penanganan terhadap truk yang  terperosok di jembatan. Jembatan tersebut sangat vital bagi warga kecamatan Dusun Utara dan Gunung Bintang awai. Untuk itu harus segara dievakuasi.

“Karena ini satu-satunya jembatan penghubung dua kecamatan yakni Dusun Utara dan Gunung Bintang Awai menuju ibu kota Kabupaten,” ucap dia.

Selain itu, dirinya pun meminta tanggungjawab kepada pihak perusahaan atau pemilik truk tangki aspal itu agar truk tersebut segera dievakuasi dari jembatan serta melakukan ganti rugi. (Uriutu Djaper/N).