BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan menjadi fokus utama Pemerintah Kota Palangka Raya.
Salah satu target konkret yang dikejar adalah menurunkan angka stunting hingga di bawah 20 persen, sesuai arahan dari pemerintah pusat.
“Peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, harus terus diperkuat. Penurunan angka stunting menjadi indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan di daerah,” ujar Hasan, Rabu 7 Mei 2025.
Ia menilai, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Oleh karena itu, perlu langkah-langkah yang terpadu dan berkelanjutan dalam pencegahan dan penanganannya.
Hasan juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat dalam mempercepat capaian target nasional tersebut.
Menurutnya, dukungan anggaran, edukasi gizi, serta ketersediaan layanan kesehatan yang merata menjadi kunci utama.
“Kami di DPRD mendukung kebijakan yang berpihak pada peningkatan pelayanan dasar, termasuk dalam pemenuhan gizi dan layanan kesehatan ibu hamil, balita, serta penyuluhan keluarga,” tambahnya.
Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, angka stunting di Kota Palangka Raya dapat ditekan secara signifikan dan layanan kesehatan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (MARINI/H)









