SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengikuti pelatihan Pos Lapangan (Poslap) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, Rabu, 7 Mei 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Eddy Pratowo dalam upaya mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju.

Ketua Panitia Pelatihan sekaligus Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kalteng Alpius Patana mengatakan, pengendalian karhutla menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

"Pada 2024, telah dibentuk 64 Poslap. Tahun ini ditingkatkan menjadi 75 Poslap yang ditempatkan di area rawan karhutla, termasuk Mentaya Hilir Selatan," ujarnya.

Personel Poslap berasal dari masyarakat setempat yang tergabung dalam MPA, didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sebelum diaktifkan, anggota MPA wajib mengikuti pelatihan selama dua hari dengan total 16 jam, yang mencakup teori dan praktik pengendalian karhutla.

"Pelatihan dilaksanakan di 29 lokasi di 14 kabupaten/kota dan melibatkan 75 regu MPA dengan total 1.125 personel. Khusus Kotim, pelatihan digelar di dua lokasi yakni di BPBD Kotim dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, masing-masing melibatkan 4 regu," kata Alpius. 

Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam bertugas, serta meminta seluruh personel untuk mematuhi prosedur dan menggunakan perlengkapan yang sesuai.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menambahkan, fungsi utama MPA adalah pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Presiden sudah menegaskan pentingnya penanganan serius karena ada sanksi hukum. Wilayah selatan Kotim adalah zona paling rawan, sehingga pelatihan ini sangat penting," kata Multazam.

MPA yang bertugas di Poslap terdiri dari 15 personel yang bekerja bergilir dan mendapat dukungan dari TNI-Polri. "Penanganan karhutla memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, pelatihan ini penting agar personel siap dan terampil di lapangan," ujarnya. 

Plt Camat Mentaya Hilir Selatan, Rida Iswandi menyampaikan pembinaan MPA di wilayahnya sudah berjalan empat tahun. MPA rutin melakukan patroli dan sosialisasi ke minimal tiga desa. Pada 2024 lalu, mereka berhasil menanggulangi kebakaran lahan di sekitar kantor camat.

Ia menambahkan, selain karhutla, MPA ke depan juga akan dilibatkan dalam penanganan bencana lain seperti banjir dan kekeringan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

"Kami memiliki 2 kelurahan dan 8 desa, dan masing-masing wilayah memiliki cadangan air sungai sebagai antisipasi saat musim kemarau," tandasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan MPA Mentaya Hilir Selatan bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla serta menjadi pilar penting dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kampung Tanggap Bencana (Kencana) di Kotawaringin Timur. (DEWI PATMALASARI/H)