BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pelatihan Pos Lapangan (Poslap) Satgas Pengendali Karhutla di 29 lokasi, 2 diantaranya digelar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Pelatihan ini menjadi bagian dari program prioritas 100 hari kerja Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo untuk mewujudkan visi Kalteng Berkah, Kalteng Maju.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBPK Provinsi Kalteng Alpius Patana menjelaskan, pelatihan Poslap Karhutla dilaksanakan secara bertahap di 29 lokasi pada 14 kabupaten/kota, melibatkan 75 regu Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan total 1.125 personel. Khusus di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pelatihan digelar di dua lokasi, yakni Gedung Pusdalops BPBD Kotim dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, masing-masing diikuti oleh 4 regu MPA.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas personel Poslap dalam pengendalian karhutla. Materi diberikan secara teori dan praktik selama dua hari dengan total 16 jam,” ujar Alpius, Rabu, 7 Mei 2025.
Ia menambahkan, pelatihan ini penting untuk membekali para anggota MPA dengan pengetahuan dasar tentang teknik pemadaman dan keselamatan kerja di lapangan. Dengan bekal tersebut, risiko kecelakaan dapat diminimalisir, dan upaya pengendalian karhutla menjadi lebih efektif dan aman.
Lanjutnya, pada tahun 2024, Pemprov Kalteng telah membentuk 64 Poslap Karhutla di wilayah rawan kebakaran. Tahun 2025 ini, jumlahnya meningkat menjadi 75 Poslap, guna memperluas jangkauan pengendalian dan mempercepat respon terhadap titik-titik api yang muncul di berbagai daerah.
“Setiap Poslap akan diisi oleh personel dari MPA yang didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, pemantauan, dan pemadaman karhutla di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng berharap para anggota MPA yang telah dibentuk dan dilatih dapat menjadi pilar dalam mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Cinta Alam (Kencana).
Upaya ini selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada partisipasi masyarakat dan peningkatan kapasitas lokal dalam mitigasi bencana.
Alpius menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan para petugas di lapangan. Ia mengimbau agar setiap personel selalu mematuhi prosedur keselamatan dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita kendalikan karhutla dengan aman, cepat, dan tepat,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









