BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memberikan angin segar bagi para pembudi daya ikan di daerah tersebut. Pabrik pakan ikan milik Pemkab Kotim yang berlokasi di Sentra Perikanan Terpadu Sijura, Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, kini telah mulai beroperasi dan memasok pakan ikan, meskipun masih dalam jumlah terbatas.
“Sekarang sudah bisa memasarkan untuk memenuhi kebutuhan pakan kelompok perikanan budidaya. Kemarin cuma didistribusikan sekitar 300 kilogram. Masih dalam tahap kecil,” ungkap Fahrul Jainal Ilmi, Pengelola Kesehatan Ikan (Polkeskan) Ahli Muda Dinas Perikanan Kotim, Kamis, 8 Mei 2025.
Pabrik yang diresmikan Bupati Halikinnor pada 16 Januari 2025 lalu ini memproduksi pakan ikan pelet ukuran besar untuk ikan berusia tiga bulan ke atas. Pakan tersebut telah diuji di laboratorium BPBAT Mandiangin, Kalimantan Selatan, dan terbukti memiliki kadar protein di atas 25 persen, memenuhi standar untuk dipasarkan. Uji coba di kolam budidaya ikan patin juga menunjukkan hasil yang positif.
"Produksi pakan masih dalam tahap uji coba dan distribusi terbatas untuk kelompok binaan Dinas Perikanan. Produksi massal untuk umum akan dilakukan setelah mendapatkan izin edar dari pemerintah pusat, " ujarnya
Sementara untuk harga pakan sendiri jenis tenggelam itu harganya sekitar Rp8.500 per kilogram, sedangkan untuk pakan apung itu Rp10.000 per kilogram. Namun saat ini, pihaknya hanya memproduksi pakan tenggelam.
Harga jual pakan ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran, sesuai dengan tujuan Bupati Halikinnor untuk membantu pembudi daya ikan yang selama ini terbebani oleh harga pakan yang tinggi.
"Dengan harga yang terjangkau, diharapkan keuntungan pembudi daya meningkat, berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.
Fahrul juga mengungkapkan kendala yang dihadapi adalah ketergantungan pada pasokan bahan baku pakan yaitu tepung ikan. Ia menyampaikan untuk bahan pakan ikan tersebut pihaknya harus memesan dari luar daerah karena untuk Kotim sendiri belum ada yang memproduksi.
“Kita juga bisa meningkatkan proteinnya supaya produksi ikannya terus meningkat karena ini tujuannya memang untuk membantu masyarakat kita dan meningkatkan produksi perikanan,” pungkas Fahrul.
Ia optimistis Dinas Perikanan Kotim akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pakan ikan untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan di sektor perikanan Kotim. (DEVIANA/H)









