BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya agar tidak mengabaikan sektor perikanan lokal.
Ia menyoroti bahwa, salah satu penyebab inflasi sebelumnya di daerah ini adalah naiknya harga komoditas ikan gabus yang merupakan produk perikanan lokal.
“Sektor perikanan, khususnya ikan gabus, sempat menjadi penyumbang inflasi. Ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap ketersediaan dan stabilitas harga komoditas lokal,” ujar Tantawi, Kamis 8 Mei 2025.
Menurutnya, perikanan lokal merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat dan juga bagian dari ketahanan pangan daerah.
Oleh karena itu, Pemko diminta lebih proaktif dalam mendukung pembudidayaan ikan lokal, menjaga rantai pasok, serta memastikan distribusi berjalan lancar.
“Jangan sampai lengah. Jika sektor ini tidak dijaga, masyarakat bisa terdampak dua kali lipat dari sisi ekonomi rumah tangga dan dari sisi pelaku usaha perikanan,” tegasnya.
Tantawi juga mendorong adanya program pembinaan dan bantuan bagi petani ikan lokal, termasuk penyediaan pakan, bibit unggul, serta akses pasar yang lebih baik.
Ia berharap dengan perhatian serius dari pemerintah kota, sektor perikanan lokal di Palangka Raya dapat menjadi penyangga ekonomi sekaligus penstabil harga kebutuhan pokok yang berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi. (MARINI/H)









