BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Eddy Mashamy mendukung rencana pembangunan penangkaran buaya di Pulau Hanibung, Kecamatan Kotabesi, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi konflik antara manusia dan buaya yang kian meningkat.
“Kami mendukung penuh rencana pemerintah daerah untuk membangun lokasi penangkaran buaya di Pulau Hanibung,” ujar Eddy, Kamis, 8 Mei 2025.
Rencana penangkaran tersebut diharapkan dapat mengurangi interaksi langsung antara warga dan buaya yang selama ini sering terjadi di kawasan bantaran sungai.
Eddy juga meminta Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Tengah untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi populasi buaya secara menyeluruh.
“Evaluasi ini penting untuk menentukan kebijakan lanjutan, termasuk opsi pengurangan atau relokasi jika populasi buaya sudah melebihi daya dukung lingkungan,” tambahnya.
--page
Serangan buaya kerap terjadi di Kotim. Terakhir terjadi pada Sabtu, 3 Mei 2025, menimpa Samsul Anwar, warga Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Korban diserang saat hendak berwudu di tepi Sungai Sampit menjelang salat Isya. Meskipun sempat diseret buaya ke sungai, Samsul berhasil menyelamatkan diri dengan luka serius di tangan dan harus mendapat 15 jahitan di Puskesmas Bagendang.
Legislator dari Dapil III itu mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kemunculan buaya, seperti membuang limbah rumah tangga dan bangkai ke sungai serta membangun kandang ternak di dekat sungai. Agar buaya tidakmendekati permukiman. (DEWI PATMALASARI/Y)









