BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menyampaikan keprihatinannya terhadap rencana pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang dinilai berpotensi menghambat pembangunan jalan penghubung Camba-Kandan di Kecamatan Kota Besi.
Menurut Mariani, ruas jalan tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses utama bagi masyarakat di enam desa sekitar. Rencana awalnya, jalan akan dilakukan pengerasan (agregat) terlebih dahulu tahun ini, kemudian diaspal pada akhir tahun.
“Harapan kami, karena ini jalan strategis dan satu-satunya akses utama masyarakat, maka jangan sampai dipangkas semua. Minimal tetap dilakukan agregat sebagai bentuk pengerasan awal,” kata Mariani, Jumat, 9 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa proses lelang proyek sudah rampung. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait, terutama setelah adanya kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
Mariani juga menyebut bahwa dana dari pokok pikirannya (pokir) sempat dialokasikan untuk mendukung pengerjaan jalan tersebut. Namun karena pengaspalan tidak kunjung dilaksanakan, jalan kembali mengalami kerusakan.
“Kemarin kami agregat lagi karena jalan sudah berlubang, padahal itu sudah pernah diperbaiki,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan proyek infrastruktur yang menyentuh kepentingan masyarakat luas tetap berjalan, meskipun di tengah keterbatasan fiskal.
“Jalan ini bukan hanya akses ekonomi, tapi juga jalur penting untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kami minta agar pembangunan tetap dilanjutkan, setidaknya pengerasan dasar tetap dilakukan,” terang Mariani. (Ari/j)









