PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) menegaskan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui penguatan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan pendampingan dan peningkatan sistem pendidikan PAUD digelar di Aula Cahai Ondhui Tingang, Kantor Bupati Mura.

Acara tersebut merupakan inisiatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Murung Raya dalam mengintegrasikan sektor pendidikan dan kesehatan untuk menanggulangi stunting. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan Bunda PAUD, DPRD, dan Dinas P3ADaldukKB.

Sekretaris Disdikbud Mura, Lampung, menekankan bahwa stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa lembaga PAUD memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang optimal.

“PAUD bukan hanya tempat bermain, tapi juga ruang penting dalam membangun masa depan anak. Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui peran aktif tenaga pendidik dan orang tua,” ujarnya saat membacakan sambutan Kepala Disdikbud Mura.

Wakil Ketua I DPRD Murung Raya yang juga mewakili Bunda PAUD, Dina Maulidah Rahmanto, menyampaikan bahwa Bunda PAUD berperan penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bahu membahu menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

“Kita memikul tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembang anak-anak. Salah satu tantangan besar saat ini adalah stunting, dan kita harus hadapi itu bersama,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas P3ADaldukKB, Lynda Kristiane, menjelaskan bahwa stunting berdampak jangka panjang, bukan hanya pada pertumbuhan fisik anak, tapi juga pada perkembangan intelektual dan produktivitas masa depan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara holistik. Dimulai dari masa kehamilan hingga usia dini, termasuk melalui layanan PAUD yang mampu memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan anak,” jelas Lynda.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sektor pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Murung Raya. Langkah ini sejalan dengan visi Pemkab Mura dalam menciptakan generasi emas yang sehat dan berkualitas. (*/j)