SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menggelar sharing session membahas Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) sebagai upaya peningkatan akses air minum aman di Kalimantan Tengah, Jumat, 9 Mei 2025.

"Kegiatan ini merupakan sharing session berbagi pengalaman dengan Perumda Tugu Tirta Malang. Mereka sebelumnya mengikuti in-house training selama lima hari di Sampit, dan hari ini kita mengundang mereka untuk berbagi pengalaman," ujar Pj Sekda Kotim Masri.

Kegiatan yang digelar di Ruang Pers Setda Kotim ini dihadiri oleh sembilan direktur PDAM atau perwakilannya dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. 

Lanjut Masri, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pengelolaan air minum agar masyarakat bisa mengakses air yang layak dan aman. Dalam diskusi terungkap berbagai persoalan yang dihadapi oleh PDAM di Kalimantan Tengah.

“Permasalahan yang dihadapi PDAM di Kalteng rata-rata sama, mulai dari kebocoran pipa, keterlambatan pembayaran tagihan, batasan tarif, hingga keterbatasan air baku dan infrastruktur,” katanya. 

Berbeda dengan Kota Malang yang telah memiliki pasokan air baku yang memadai, tantangan utama PDAM di Kalimantan Tengah justru terletak pada bagaimana mengelola dan memanfaatkan sumber air baku yang tersedia dengan segala keterbatasan.

Meski begitu, Pemkab Kotim menekankan pentingnya tetap memberikan layanan terbaik meskipun dengan kondisi sumber daya yang terbatas. Karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pemicu peningkatan kualitas pengelolaan air minum di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

"Bagaimanapun dengan keterbatasan yang ada kita tetap bekerja untuk menyediakan air minum, sehingga mereka kita undang di sini untuk sharing," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)