PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah pusat mendukung pembangunan Sekolah Khusus Percontohan di Kalimantan Tengah, namun terbentur minimnya tenaga pendidik untuk anak berkebutuhan khusus.

Saat ini hanya ada kurang dari 10 perguruan tinggi yang memiliki program studi pendidikan luar biasa, sementara kebutuhan guru inklusi di daerah jauh lebih besar.

“Secara akademik, kami masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik yang kompeten untuk anak berkebutuhan khusus,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Muti di Palangka Raya, Jumat, 9 Mei 2025.

Untuk mengatasi kendala ini, pemerintah membuka peluang penugasan atau mutasi guru ASN dan PPPK ke daerah yang membutuhkan sesuai aturan yang berlaku.

Menteri juga menegaskan bahwa kepala sekolah tidak harus berasal dari guru penggerak, melainkan terbuka bagi semua guru yang memenuhi persyaratan.

“Semua guru yang memenuhi persyaratan boleh menjadi kepala sekolah, asalkan lulus seleksi yang ditetapkan,” tegasnya. (HERMAWAN DP/R)