BORNEONEWS, Palangka Raya - Polisi Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berhasil mengamankan tiga tersangka kasus premanisme dalam Operasi Kepolisian Berantas Premanisme 2025.
Ketiga tersangka ditangkap di tiga wilayah berbeda, yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Katingan. Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polda Kalteng dalam memberantas aksi premanisme di wilayah hukumnya.
Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan, melalui Kabid Humas Kombes Erlan Munaji, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan premanisme. Polda Kalteng akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan untuk mencegah terjadinya tindak pidana serupa di masa mendatang.
"Langkah tegas ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kalimantan Tengah," katanya, Sabtu, 10 Mei 2025.
Tiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial RE, ML, dan MY. Mereka diduga terlibat dalam aksi premanisme di wilayah masing-masing. Saat ini, ketiganya telah ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Proses penyelidikan dan pengembangan kasus terus dilakukan untuk mengungkap jaringan pelaku dan memastikan semua pihak yang terlibat dapat diproses secara hukum. Polda Kalteng berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.
Polda Kalteng mengimbau kepada masyarakat untuk aktif berperan serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian atau informasi terkait tindakan premanisme kepada pihak berwajib.
Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk memberantas premanisme secara efektif.
Dengan penangkapan ini, Polda Kalteng berharap dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
"Polda Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang aman, tertib, dan bebas dari premanisme, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman," pungkasnya. (PATHUR/R)









