BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, ketersediaan hewan kurban di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur terpantau aman.
Sugito, salah satu pedagang hewan kurban di Sampit, memastikan stoknya hampir sama dengan tahun sebelumnya.
"Stok sapi kurban tahun ini insyaallah hampir sama seperti tahun-tahun kemarin, sekitar 150 ekor," katanya, Sabtu, 10 Mei 2025.
Meski demikian Sugito mengaku belum bisa memprediksi penjualan tahun ini. Karena berbarengan dengan tahun ajaran baru, sehingga kebutuhan warga cukup tinggi untuk biaya anak sekolah.
"Tapi kita belum tahu nanti pembelinya gimana, apalagi sekarang bersamaan dengan tahun ajaran baru dan kondisi keuangan masyarakat juga lagi sulit," tambahnya.
Selain sapi, ia juga menyediakan kambing kurban, dengan stok saat ini sekitar 20 ekor dan optimis akan bertambah hingga 100 ekor mendekati hari raya. Sementara untuk harga cukup bervariasi.
"Harga sapi mulai dari Rp18 juta sampai Rp58 juta. Yang Rp18 juta itu jenis Madura dengan bobot sekitar 80-90 kilogram. Kalau yang paling mahal, bisa lebih dari dua pikul setengah. Harga kambing pun beragam, tergantung bobot dan kualitas," sebutnya.
Meskipun ada sedikit kenaikan harga dibandingkan tahun lalu karena tingginya biaya transportasi ditambah lagi karantina dan vaksin namun kenaikan itu dinilai masih wajar. "Sekarang biaya karantina dan vaksin bisa sampai satu juta rupiah per ekor," ungkapnya.
Sugito berharap minat masyarakat terhadap hewan kurban tetap tinggi tahun ini. "Sejauh ini sudah ada 10 ekor yang dipesan, lima di antaranya sudah diambil. Semoga nanti bisa ramai dan penjualan lancar," harapnya. (DEVIANA/R)









