SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKM Perindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menindak lanjuti masalah kebersihan di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. 

"Saya beberapa kali meninjau pasar terutama PPM. Saya lihat ada cukup banyak sampah menumpuk di median jalan sekitar pasar," kata Plt DiskopUKM Perindag Kotim, Johny Tangkere, Sabtu, 10 Mei 2025.

Lebih lanjut ia mengungkapkan melihat hal tersebut ia meminta petugas pasar dan kepala bidang terkait untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar sekalipun dalam hal sampah ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertanggung jawab. 

"Benar ini tanggung jawab DLH, tapi untuk menciptakan pasar yang bersih perlunya kerja sama semua pihak," imbuhnya. 

Ia meminta agar pengelola pasar tak ragu menghubungi DLH atau dirinya langsung jika ada masalah serupa.

Johny juga menemukan masalah sampah sisa bongkaran ikan dan sayur mayur yang berserakan.  Ia pun menginstruksikan petugas pasar menyediakan plastik besar sebagai wadah sampah, sehingga memudahkan petugas mengangkutnya. 

"Saya sudah instruksikan koordinator security pasar agar saat bongkaran itu mereka membawa kantong plastik besar. Jadi nanti sampah bisa langsung dikumpulkan dalam kantong dan diletakkan di satu titik. Dengan begitu, petugas DLH lebih mudah mengangkutnya," jelasnya.  

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan Pasar PPM Sampit sehingga para pengunjung lebih tertarik berbelanja di pasar induk Kota Sampit tersebut. (DEVIANA/j)