PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang mahasiswa di Palangka Raya, MB (20), mengungkapkan keresahannya kepada Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng, Ipda Shamsuddin atau Cak Sam, karena terus diganggu mantan teman dekatnya, UN (19).

Keduanya pernah menjalin hubungan tanpa status (HTS) selama setahun dan beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri sebelum akhirnya putus.

Setelah putus, UN menjalin hubungan dengan pria lain dan kini telah berpisah. Namun, setelah lebih dari setahun tanpa komunikasi, UN tiba-tiba mencari informasi tentang MB dan keluarganya kepada teman-teman MB. Hal ini membuat MB merasa terganggu dan keberatan.

MB menceritakan bahwa UN menanyakan pekerjaan dan kondisi ekonomi orang tuanya, bahkan alamat rumahnya. UN juga menawarkan hadiah Alquran kepada MB, namun ditolak.

Lebih lanjut, UN juga menginformasikan bahwa orang tuanya berniat menghubungi orang tua MB dengan maksud yang tidak jelas. Merasa terganggu dan khawatir, MB akhirnya curhat kepada Cak Sam.

--page

"Tim Virtual Police kemudian menginisiasi pertemuan antara MB, UN, dan orang tua UN untuk melakukan klarifikasi dan mediasi," kata Cak Sam Minggu, 11 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, UN mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada MB. Ia berjanji tidak akan lagi mengganggu MB dan membantah rencana orang tuanya untuk menghubungi keluarga MB.

"Pertemuan mediasi tersebut berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan damai," pungkasnya. (PATHUR/Y)