PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Adrias, mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama naiknya harga ikan gabus yang turut menyumbang inflasi di daerah. 

Menurutnya, gangguan cuaca yang terjadi belakangan ini berdampak signifikan terhadap hasil tangkapan nelayan lokal.

“Ikan gabus menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam kelompok penyumbang inflasi. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca yang membuat produksi menurun,” ujar Yuliansyah, Minggu 11 Mei 2025.

Ia menjelaskan, ikan gabus yang banyak ditangkap dari alam sangat bergantung pada kondisi lingkungan, terutama pada musim kemarau dan hujan. 

“Kondisi ini menyebabkan suplai ikan gabus menurun, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga memicu kenaikan harga di pasaran,” jelasnya.

--page

Yuliansyah menambahkan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau komoditas penyumbang inflasi dan mendorong upaya penguatan ketahanan pangan, termasuk melalui budidaya ikan lokal.

“Kita mendorong agar alternatif seperti budidaya ikan gabus mulai dikembangkan sebagai solusi jangka menengah agar pasokan tetap terjaga dan harga stabil,” tutupnya. (MARINI/y)