BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi menyoroti dampak luas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghambat berbagai sektor ekonomi.
Subandi, menyatakan bahwa karhutla menyebabkan penurunan produktivitas di sektor pertanian, kehutanan, hingga pariwisata.
“Dampak karhutla sangat besar. Bukan hanya kabut asap yang mengganggu kesehatan, tetapi juga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian yang gagal panen, gangguan terhadap hutan produksi, dan sepinya kunjungan wisatawan,” tegas Subandi, Minggu 11 Mei 2025.
Ia menjelaskan, kondisi ini sangat merugikan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari alam dan kegiatan ekonomi berbasis wilayah.
Produktivitas menurun karena lahan yang terbakar sulit ditanami kembali, akses jalan terganggu asap, dan investasi di sektor pariwisata menjadi lesu.
--page
Subandi mendorong agar Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperkuat upaya pencegahan karhutla dengan pendekatan edukatif, pengawasan ketat, serta kolaborasi antarinstansi dan relawan.
Ia juga menekankan, perlunya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan secara ilegal.
“Kami dari DPRD akan terus mendorong penguatan anggaran dan program pengendalian karhutla, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah,” tutupnya. (MARINI/Y)









