KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja konstruksi, Dinas PUPRPKPP Kabupaten Kapuas melalui Bidang Bina Konstruksi mendorong pentingnya kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi bagi para tukang bangunan di daerah.

Sertifikasi ini menjadi bukti formal bahwa tenaga kerja telah memiliki kompetensi yang sesuai standar nasional di bidang konstruksi.

Kepala Bidang Bina Konstruksi, Junaidi, menjelaskan bahwa SKK Konstruksi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi jaminan kredibilitas tenaga kerja dalam setiap pekerjaan yang mereka emban.

 “Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu tukang-tukang lokal agar memiliki pengakuan resmi atas keterampilan mereka. Ini penting, apalagi untuk bisa ikut proyek pemerintah maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya, Minggu, 11 Mei 2025.

SKK Konstruksi terdiri dari jenjang 1 sampai 9, masing-masing menunjukkan tingkat kemampuan yang berbeda.

--page

Sertifikat ini dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan menjadi salah satu syarat untuk dapat bekerja pada proyek konstruksi skala besar.

Erenhard, selaku Pembina Jasa Konstruksi, menambahkan bahwa sertifikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Dalam dunia konstruksi, keamanan dan kualitas pekerjaan sangat penting. Dengan SKK, tukang bisa menunjukkan bahwa mereka sudah melewati uji kompetensi secara resmi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah persaingan yang semakin ketat, memiliki SKK dapat menjadi pembeda yang signifikan. 

“Banyak proyek saat ini mengharuskan tenaga kerja yang bersertifikat. Tanpa SKK, meskipun punya keterampilan, peluang bisa hilang begitu saja,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, para tukang di desa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengakuan atas keahlian mereka, tetapi juga mampu bersaing secara profesional dan berkontribusi dalam pembangunan di wilayahnya masing-masing. (DODI/Y)